Aku Terpaksa Menikahimu (kisah inspiratif)


Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.

Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel Tag:, ,

Aristoteles dan Arti Cinta Sejati

Kawan-kawan mungkin sering mendengar kata “cinta sejati”. Bahkan mungkin sudah sangat sering mendengar kata tersebut. Tapi tahukah kawan apa arti/makna dari cinta sejati?. Mungkin dialog singkat Aristoteles dan Plato dibawah bisa mendefinisikan makna “cinta sejati” tersebut.

Baca selanjutnya…

Kategori:Artikel Tag:, ,

Empat Cara Gila Meretas Otak Kita Sendiri

Otak adalah pusat kendali tubuh kita yang mengatur cara kerja anggota dan organ tubuh kita. Namun, apakah kita dapat “mengerjai” otak kita sendiri sehingga otak akan menuruti kemauan kita. Dengan beberapa teknik yang mungkin berbahaya, saya akan memberikan informasi ini untuk kamu-kamu semua.

PERINGATAN!!
PENDERITA EPILEPSI, JANTUNG ATAU PENYAKIT SYARAF LAINNYA
JANGAN MENCOBA TEKNIK-TEKNIK INI.
SAYA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS RESIKO PENYALAHGUNAAN TEKNIK-TEKNIK INI.

Baca selanjutnya…

Kategori:Info Tag:, , ,

Memanggil Hantu Lewat Cermin

Saya hanya membagi informasi tentang cara ini bagi teman-teman semua. Saya menyarankan agar tidak mencoba ini dirumah, apalagi sendirian. Kalaupun Anda nekat mencoba, akibatnya silakan ditanggung sendiri.

Teknik memanggil hantu ini bukan trik supranatural atau mistis, tetapi merupakan sains. Jadi, ada penjelasan ilmiahnya. Jadi harap dibaca sampai selesai ya..

Baca selanjutnya…

Kategori:Info Tag:, , ,

Sejarah Sepeda dari Sketsa Hingga Fixie

Siapa yang tidak kenal sepeda. Kendaraan yang memiliki dua atau tiga roda, setang, tempat duduk, hingga pedal untuk menjalankannya. Belakangan  banyak kita melihat anak-anak muda mengendarainya, berwarna-warni. Jika kita melihatnya secara seksama, maka ada satu persamaan pada sepeda yang mereka pakai. Yaitu, hanya menggunakan satu gear, dan tanpa rem. Sepeda jenis ini begitu populer dan bernama fixie. Berikut kita akan mengulas sejarah sepeda mulai dari awal hingga sampai saat ini. Baca selanjutnya…

Kategori:Info Tag:, ,

Evaluasi

Kesan pribadi saya adalah saya merasa cukup senang bisa mengikuti mata kuliah ini. Metode yang diterapkan oleh dosen pengampu mata kuliah Andragogi ini saya nilai merupakan metode yang aplikatif. Bukan hanya sekedar transfer teori dari buku ataupun ceramah, tetapi juga terdapat proses pengaplikasian. Hal inilah yang membuat kita harus berusaha secara maksimal untuk membuat proses aplikasi tadi berjalan dengan baik dan dapat memberikan hal yang baik pula.

Saran dari saya adalah tetap untuk menerapkan metode seperti ini, mungkin dengan sedikit modifikasi atau semacamnya sehingga metode ini bisa lebih efektif.

Kritik?, sepertinya tidak ada yang perlu dikritik, karena mata kuliah ini sangat “friendly” dengan mahasiswa, apalagi dosen pengampunya😀

 

Kategori:Andragogi

UAS Online

  1. Langkah pertama dalam prosedur evaluasi yang dijelaskan oleh Morgan et.al., (1976) adalah mengecek tujuan. Maksud dari mengecek tujuan ini adalah melihat apakah tujuan dari performa yang dilakukan sudah tepat sasaran serta terjangkau. Menurut kami, prosedur ini sudah kami lakukan dengan cukup baik. Dalam melakukan pengecekan tujuan ini, kami meng-kroscek kembali tujuan awal dari kami melakukan performa. Apakah tujuan dari performa kami sudah tercapai dengan baik. Setelah itu, kami dapat menyimpulkan bahwa performa yang kami lakukan memiliki tujuan yang jelas dan pasti.

Adapun tujuan dari performa kami adalah untuk memberikan informasi, pengetahuan, serta pemahaman mengenai bisnis strawberry kepada peserta. Nah, dapat dilihat disini kami memiliki tujuan yang pasti dan jelas yaitu adalah bagaimana agar terjadi pembelajaran pada diri peserta dimana mereka dapat memperoleh informasi yang berharga mengenai bisnis strawberry.

2. Prosedur ketiga dalam melaukuan evaluasi menurut Morgan (1976) adalah mengumpulkan bukti mengenai apakah tujuan yang kita tetapkan telah tercapai. Untuk hal itu hal yang sudah kelompok kami lakukan adalah dengan memberikan semacam simulasi untuk membuktikan apakah peserta telah benar-benar paham dengan informasi yang kami berikan. Namun, kekurangannya adalah simulasi yaqng kami lakukan kurang komprehensif karena hanya melibatkan sebagian dari materi yang kami lakukan. Namun, dari hasil simulasi yang kami berikan terlihat bahwa peserta cukup dapat memahami materi yang kami sampaikan.

Setelah menilai dari laporan evaluasi kami, seharusnya kami memberikan semacam post-test untuk melihat sejauhmana perkembangan dalam diri individu. Post-test seperti ini perlu diterapkan karena bisa menjadi sumber bukti yang valid apakah tujuan dari performa kami telah tercapai dengan baik.

Kategori:Andragogi
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.