Beranda > Psikologi > Fenomena Kesurupan Menurut Perspektif Psikologi

Fenomena Kesurupan Menurut Perspektif Psikologi

kesurupan

Fenomena trance atau kesurupan suatu peristiwa yang seringkali menarik perhatian. Di masyarakat umum fenomena ini sering dikaitkan dengan fenomena gaib. Orang yang mengalami kesurupan dikatakan telah dirasuki oleh makhluk metafisik yang tak kasat mata. Orang yang mengalami kesurupan itu bersikap seolah-olah dia adalah orang lain dan bersikap bukan dirinya sendiri. Bahkan perilaku mereka bisa secara tiba-tiba menjadi sangat agresif dan tak terkendali.
Jika ditinjau dari sudut pandang ilmu psikologi, fenomena kesurupan sebenarnya bisa dijelaskan secara gamblang dan jelas tanpa membawa embel-embel makhluk gaib. Dikaitkan dengan aspek psikologis manusia peristiwa kesurupan sudah memasuki kawah alam bawah sadar. Seorang tokoh psikologi, Carl Gustav Jung (1875-1961) mengatakan bahwa kepribadian manusia secara total terdiri dari tiga sistem atau struktur yang saling mempengaruhi satu sama lain. Sistem tersebut adalah ego, ketidaksadaran personal, dan ketidaksadaran kolektif. Ego atau disebut pikiran sadar adalah bagian dari jiwa yang menyangkut persepsi, berpikir, merasa, dan mengingat. Sistem ini adalah kewaspadaan kita dan bertanggung jawab dalam menjalani aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Ketidaksadaran personal adalah pengalaman-pengalaman yang telah kita jalani dan digeser ke alam bawah sadar baik sengaja maupun tidak sengaja. Sedangkan ketidaksadaran kolektif adalah segala macam pengalaman-pengalaman yang telah
diwariskan oleh generasi sebelumnya sejak zaman nenek moyang dahulu. Jadi, pengalaman pengalaman nenek moyang sejak beribu tahun yang lalu tersebut diwariskan kepada diri kita melalui jalan genetik yaitu perkawinan, dan pengalaman tersebut tidak dapat kita ingat secara biasa karena berada dalam level ketidaksadaran yang terdalam.
Kunci dari fenomena kesurupan terletak pada level ketidaksadaran kolektif. Didalam ketidaksadaran kolektif tersimpan materi-materi dari nenek moyang kita terdahulu. Untuk mengingat kembali bahwa nenek moyang kita bangsa Indonesia ini terdahulu sangat kental sekali dengan unsur-unsur mistisme seperti kepercayaan animisme dan dinamisme. Hal ini juga yang menjadi jawaban kenapa di Indonesia lebih sering terjadi peristiwa kesurupan daripada negara-negara barat seperti Amerika yang notabene tidak terlalu percaya terhadap hal-hal gaib. Motif-motif itulah yang tersimpan dan terwariskan ke anak-anak cucunya termasuk generasi pada saat ini. Maka jangan heran jika orang yang mengalami peristiwa kesurupan bisa berperan sebagai kakek-kakek yang hidup pada zaman dahulu. Hal ini makin diperparah dengan banyaknya tayangan televisi serta film-film yang berbau horor. Hal ini bisa menjadi semacam stimulus yang sewaktu-waktu bisa membangkitkan pengalaman masa lalu tersebut.
Faktor yang dominan yang bisa memicu terjadinya kesurupan adalah faktor psikologis, bisa itu stress, depresi atau semacamnya. Orang yang mengalami stress mudah sekali tersugesti dengan berbagai hal dikarenakan biasanya orang yang stress itu seringkali melamun yang menandakan kosongnya pikiran sadar. Jika pikiran sadar kosong sudah pasti pikiran bawah sadarlah yang mendominasi. Oleh sebab itu janganlah terlalu sering melamun, karena tanpa disadari berpotensi untuk mengalami kesurupan.
Kategori:Psikologi Tag:,
  1. 11/05/2010 pukul 7:26 pm

    Assalamu ‘alaikum mas.

    Salam kenal yah, saya abis mampir ke Blog mas, dan blog mas sangat bagus dan bermanfaat.

    Dan betapa senangnya saya, apabila mas mau mampir juga ke blog saya, sekalian saling menjalin silaturahmi sesama Blogger.

    Alamat Blog saya: http://bendeddy.wordpress.com

    Salam kenal,
    Dedhy Kasamuddin

  2. 19/05/2010 pukul 5:49 pm

    Good posting bob!
    Teruskanlah…

  3. deni
    22/09/2011 pukul 5:35 am

    bagaimana dengan kesurupan masal di salah satu sekolah akademis kedokteran misal yg pernah ditayangkan oleh metro tv 3 thn yang lalu,apakah ada dpresi masal.stres bareng2 secara tiba2 ?.Dan tdk semua korban ybs mau mengakui dirinya stress dan ada tekanan jiwa dsb ?
    makasih ats jawabannya.

    • 15/10/2011 pukul 7:47 pm

      Perspektif psikologis memang suatu hal yang rumit. Timbunan-timbunan memori yang ada didalam alam bawah sadar manusia bisa saja muncul jika suatu trigger memicunya, contohnya seperti hipnosis. Dalam kasus ini saya melihat, bahwa kesurupan massal biasanya diawali dengan kesurupan salah satu siswa, kemudian seperti virus memicu teman mereka yg lain. Kelihatannya aneh memang, tapi itulah kompleksitas psikologi manusia.

      Memang tdk semua korban bakal mengaku bahwa dirinya stres karena kesurupan terjadi karena terpicunya alam bawah sadar. Saya tekankan, alam bawah sadar tidak dapat dikontrol secara sadar oleh manusia itu sendiri.

      • anor
        16/02/2012 pukul 3:54 pm

        itu karena sugesti, para siswa yang melihat temannya kesurupan tersugesti merasakan hal yang sama.

    • sukoco
      10/09/2012 pukul 10:09 pm

      emosi juga bisa menular atau merembet dari satu orang ke orang lain. Misal dalam suatu tawuran anak sekolah, ada seorang siswa yang penakut jadi pemberani, atau dalam suatu demo ada satu peserta yang berteriak berapi-api yang lain juga gampang tersulut berapi-api. mungkin seperti itu, mohon maaf kalo salah…

  4. Erliyani Manil
    29/11/2011 pukul 9:53 am

    mengenai kesurupan massal, saya pikir karena kita juga dalam kondisi sosial yang sudah carut marut. Tanpa disadari, problem kita bersama tentang disfungsi kekuasaan, tuntutan hidup yang kian tinggi, nilai2 kehidupan yang diukur oleh materialisme, tekanan sosial seperti naiknya harga sembako namun tidak diikuti naiknya upah, ujian nasional, kemacetan, jeratan hedonisme dll. Tanpa disadari semua problema itu masuk dalam alam bawah sadar. Hingga ketika seseorang galami kesurupan pada suatu lingkungan karena depresi dan kekosongan, maka menjadi trigger bagi orang2 disekelilingnya (semacam “empati” sosial). Hingga, kesurupan menjadi semacam katarsis untuk melenyapkan segala kekecewaan dan tekanan sosial di alam bawah sadar masing2. Demikan.

  5. abrar
    17/04/2012 pukul 2:55 pm

    gw percaya fenomena trance / kesurupan itu ada, coz gw pernh melihat dan berintraksi langsung,,, klo mo di jabarkan secara ilmuah dan ilmu psikologi bisa koq… tpi pada dasarnya kembali lagi pada keyakinan kita,,,

  6. 13/03/2013 pukul 10:32 pm

    bro, istri gua sering kesurupan… dan ketika kesurupan, gue lihat hal-hal aneh.. saudara yang sudah meninggal, masuk satu persatu bro.. ironisnya, “arwah” saudara-saudara yang masuk satu persatu itu, sesuai ciri khasnya masing-masing.. gerakannya, kebiasaannya, bahkan batuk-batuknya… gue bingung bro, ini kejadian aneh tapi nyata.. mau dikatakan tidak ada hubungannya dengan alam gaib, tapi gue ngeliat nyata kalau itu memang mahluk gaib.. itu “sepertinya sesuai penglihatan gue … gimana menyikapi fenomena ini gan? thanks…

  7. 10/01/2014 pukul 9:54 pm

    nice post broo,, lumayan buat nambah wawasan..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: