Beranda > Psikologi > UAS

UAS

Post khusus sehubungan pertanyaan UAS

Kategori:Psikologi Tag:
  1. 30/05/2010 pukul 8:45 pm

    (UAS) 1. Bobby, coba beri penjelasan berdasarkan teori kognitif mengapa judul blogmu ‘Pemikir….” (lebih baik jika makna penulisan ada titik-titiknya itu juga menjadi bagian yang dapat dijelaskan)

    • 01/06/2010 pukul 8:31 pm

      1. Mengapa judul blog saya “Pemikir…”?. Sebelumnya, tentu kita harus tahu definisi dari kata berpikir terlebih dahulu. Berpikir adalah adalah memanipulasi ataupun mengelola dan mentransformasi informasi yang sudah ada sebelumya di dalam memori (Santrock, hal 357). Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa seorang pemikir adalah seseorang yang mampu untuk mengelola dan memanipulasi informasi yang ada didalam memorinya. Jadi, dengan berpikir orang mampu dalam hal membentuk konsep, berkreativitas, dan memecahkan masalah. Namun, hal itu merupakan definisi yang agaknya teoritis. Makna dari kata pemikir ini lebih kepada makna filosofis, yaitu seseorang yang mampu merenungi segala aspek yang dia telah lalui dan mampu mengevaluasinya untuk lebih baik kedepannya. Saya memberi nama “Pemikir..” kepada blog ini agar setiap orang yang membaca isi dari blog ini bisa termotivasi untuk berpikir terhadap isi yang ada didalam blog ini. Saya menginginkan agar blog ini bukan hanya sekedar sarana wajib dalam mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan, akan tetapi juga menjadi sarana bagi saya dan para “pemikir” lain. Sehingga dengan begitu blog ini bisa memberi manfaat yang lebih. Mengenai makna dari tanda titik-titik tersebut bukanlah sesuatu yang krusial, namun titik-titik tersebut lebih untuk memberi efek puitis (menurut saya).

      Contohnya dalam artikel “Misteri Hidup”, saya mencoba mengajak para pembaca untuk lebih berpikir untuk merenungi makna dari kehidupan ini.

  2. 08/06/2010 pukul 4:39 am

    (UAS) 2. Coba jelaskan berdasarkan teori psikologi pendidikan sehubungan dengan janji saya untuk men-deliveri nilai namun belum terlaksana.

    • 12/06/2010 pukul 6:42 pm

      (UAS) 2. Untuk menjawab pertanyaan ini, tentu saya harus memperkirakan faktor apa yang mungkin menjadi penghambat bagi Ibu untuk men-deliveri nilai kami, namun belum terlaksana. Salah satu faktor mungkin karena jumlah mahasiswa yang Ibu tangani sebagai dosen pengampu tidaklah sedikit.

      Sebagai dosen pengampu Ibu tentu telah mempersiapkan perencanaan yang matang untuk merekap nilai kami. Menurut Parkay & Mass (2000), perencanaan adalah aspek penting untuk menjadi guru yang kompeten. Dalam konteks kuliah online seperti ini, banyak hal yang mungkin Ibu telah rencanakan dan persiapkan dengan matang. Namun, rencana yang sudah matang sekalipun bisa menjadi gagal karena berbagai faktor. Misalnya, pada konteks UAS online psikologi pendidikan ini, ada beberapa mahasiswa yang blog-nya bermasalah sehingga tidak bisa dicantumkan soal UAS, selain itu jumlah mahasiswanya juga tidak sedikit. Artinya, tidak selalu segala sesuatu berjalan 100% sesuai dengan rencana tanpa terlepas dari berbagai faktor penghambat. Mungkin hal inilah yang membuat Ibu tidak men-deliveri nilai kami tepat waktu.

  3. 17/06/2010 pukul 1:49 am

    Bobby, skor UASmu 80

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: