Beranda > Andragogi > Prinsip-Prinsip Evaluasi, tugas5

Prinsip-Prinsip Evaluasi, tugas5

Pendidikan adalah salah satu kegiatan yang memiliki tujuan didalam pelaksanaannya. Pelaksanaan pendidikan sendiri akan selalu berorientasi pada tujuan yang telah ditetapkan ataupun dipertimbangkan pada awalnya. Untuk itu diperlukan suatu penilaian untuk menentukan seberapa berhasilnya sebuah pendidikan. Dan penilaian  ini dinamakan evaluasi.

Evaluasi sendiri tanpa kita sadari sering kita lakukan pada kehidupan sehari-hari. Bahkan dalam memilih kursi yang hendak kita duduki pun, evaluasi kita lakukan. Namun, permasalahannya kali ini bukan terletak pada bentuk evaluasinya, namun apakah evaluasi yang kita lakukan sudah memenuhi kriteria dalam menilai kegiatan yang selama ini kita lakukan. Seringkali kita salah dalam melakukan evaluasi, dan tidak tepat sasaran. Maka dari itulah, prinsip-prinsip dalam mengevaluasi diperlukan.

Morgan et,al (dalam Suprijanto, 2007)  menjelaskan mengenai beberapa prinsip dalam mengevaluasi. Beberapa prinsip tersebut adalah :

1. Mempunyai tujuan yang pasti

Dalam evaluasi, setiap pendidik harus memahami tujuan dari evaluasi mereka. Jika faktanya pendidikan belum mencapai tujuan, pendidik harus menerapkan tindak lanjut dari hal ini.

2. Menggunakan tujuan perilaku yang terjangkau dan pasti

Perencanaa tujuan harus dijelaskan secara spesifik dan measureable. Hal ini penting untuk menghindari keambiguan/ketidakjelasan

3. Bukti tentang perubahan dalam diri individu

Dalam evaluasi, butuh bukti konkret mengenai sejauh mana progress/perubahan dalam diri individu, untuk mengetahui tingkat kerberhasilan dari kegiatan pendidikan.

4. Menggunakan instrumen yang tepat dalam evaluatif

Sebagai sarana dalam melihat perubahan dalam diri individu diperlukan instrumen yang tepat dalam evaluatif

5. Kerjasama antara peneliti dengan orang yang dinilai kemajuannya

Diperlukan kerjasama serta relationship yang tepat antara peneliti dengan individu yang dinilai, sehingga akan diperoleh hasil yang akurat dan maksimal

6. Tidak perlu mengevaluasi semua hasil pembelajaran

Tidak perlu mengevaluasi semua hasil yang dperoleh pada pembelajaran. Sebaiknya dikonsentrasikan pada salah satu ataupun dua hasil utama yang hendak dinilai. Hal ini diperlukan untuk menghindari interferensi diantaranya.

7. Evaluasi harus berkesinambungan

Evaluasi harus dilakukan secara kontinyu, sehingga bisa dilakukan komparasi setiap hasil evaluasi diperoleh.

Referensi

  • Suprijanto, H. (2007). Pendidikan Orang Dewasa; dari teori hingga aplikasi.Jakarta: Bumi Aksara.
Kategori:Andragogi
  1. 03/10/2014 pukul 1:35 am

    If your firm is growing rapidly, highly leveraged and unable to meet bank
    covenants, or is you just have curse of growing too quickly
    (. It is important for the seller to be sure and confident
    that he is taking the right step. What are some of those key elements in inventory financing.
    Speak to an experienced, trusted and credible Canadian business financing advisor with franchise
    finance experience today.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: