Beranda > Info > Sejarah Sepeda dari Sketsa Hingga Fixie

Sejarah Sepeda dari Sketsa Hingga Fixie

Siapa yang tidak kenal sepeda. Kendaraan yang memiliki dua atau tiga roda, setang, tempat duduk, hingga pedal untuk menjalankannya. Belakangan  banyak kita melihat anak-anak muda mengendarainya, berwarna-warni. Jika kita melihatnya secara seksama, maka ada satu persamaan pada sepeda yang mereka pakai. Yaitu, hanya menggunakan satu gear, dan tanpa rem. Sepeda jenis ini begitu populer dan bernama fixie. Berikut kita akan mengulas sejarah sepeda mulai dari awal hingga sampai saat ini.

Sejarah awal sepeda sepertinya masih sedikit membingungkan. Beberapa artikel merujuk pada sebuah sketsa sepeda yg diakui buatan Gian Giacomo Caprotti, seorang murid Leonardo Da Vinci sekitar tahun 1490an. Namun keotentikan sketsa ini masih diragukan, dan diteliti oleh pihak sejarah & kebudayaan Italia.

Masih ada beberapa pengakuan lain tentang asal usul sepeda namun sepertinya sampai saat ini, fakta kemunculan sepeda yg cukup diakui adalah pada tahun:

1817: Draisienne

Seorang Jerman bernama Baron Karl von Drais menciptakan Laufmaschine (mesin berlari), yangg kemudian dikenal dengan nama Draisienne. Struktur Draisienne hampir seluruhnya terbuat dari kayu, memiliki setang kemudi, namun tidak memiliki pedal untuk dikayuh. Pola pergerakan Draisienne sama seperti saat menggunakan otopet ataupun skateboard, yaitu menggunakan kaki yang mengayuh bukan ke pedal, tapi langsung ke tanah (ingat mobil The Flinstones?). Von Drais mematenkan ciptaannya pada tahun 1818, dan kemudian lebih dikenal lagi dengan nama Velocipede.

1839

Sepeda pertama yang memiliki mekanisasi putaran roda diciptakan Kirkpatrick MacMillan, seorang pandai besi dari Skotlandia. Teknik pergerakan roda pada sepeda ini hampir sama dengan teknik pada lokomotif kereta uap. Ide MacMillan ini kemudian diimprovisasi oleh seorang Skotlandia lain bernama Thomas McCall pada tahun 1860.

1860-1865: Bone-Shaker

Pertama kali sistem Pedal dan Crank diaplikasikan pada sepeda, persisnya pada roda depan. Siapa yang menciptakan sistem ini masih menjadi pertanyaan, karena ada beberapa pihak yang mengajukan klaim atas ide tersebut. Yang jelas, menempatkan pedal pada roda depan terbukti bukan ide yang sempurna, karena akan membuat pengendara sulit mengemudi karena goncangan pada roda akibat kayuhan. Rangka kayu kemudian digantikan oleh besi. Namun dengan desain yang rigid, rangka & roda besi, serta kondisi jalanan yang berbatu pada masa itu membuat sepeda ini dikenal dengan nama Bone-Shaker.

1868

Sepeda pertama yg menggunakan ban karet dan Ball-Bearing digunakan James Moore dalam lomba sepeda yang pertama kali diadakan.

1870: High-Wheeler

James Starley, seorang Perancis menciptakan sepeda pertama yg menggunakan roda depan yg sngt besar, yg dikenal dgn nama Penny-Farthing. Penny-Farthing sebenarnya adalah pengembangan lebih lanjut dari Bone-Shaker. Roda depan yg besar membuat pengendara dpt berjalan lebih jauh untuk setiap rotasinya, dan juga resiko yang besar apabila berhenti mendadak ataupun meluncur pada turunan, karena jatuhnya pasti lebih sakit.

Sepeda ini sangat populer pada tahun 1880an, dan merupakan sepeda pertama yg mendapat sebutan Bicycle (dua roda). Bagaimanapun, yg menyandang nama Bapak Sepeda Tinggi (High Bicycle/High Wheeler) justru seorang Perancis lain bernama Eugene Meyer, bukan Starley.

1874

Sepeda pertama yg menggunakan rantai pada roda belakang diciptakan oleh H.J. Lawson.

1878: Portable Bicycle

W.H.J. Grout mematenkan High Wheeler versi portabel. Beberapa pihak ada yg menyatakan bahwa inilah sepeda lipat yang pertama di dunia. Namun sesungguhnya sistem yg diperkenalkan Grout adalah bongkar-pasang (disassemble-able), bukan sepenuhnya sistem lipat.

1885: Safety Bicycle

John Kemp Starley memperkenalkan Rover, sebuah Safety Bicycle sebagai pembaharuan dri High Bicycle yg berbahaya. Model safety bike ini sudah dilengkapi dengan berbagai unsur yg dimiliki sepeda modern.

1893: Folding

Seorang Amerika bernama Michael B. Ryan akhirnya mematenkan sepeda lipat yg sesungguhnya.

1896: Recumbent

Recumbent Bicycle muncul pertama kali. Model Recumbent adalah tipe sepeda dmn pengendara dapat duduk bersandar atau bahkan rebahan. Umumnya sepeda Recumbent memiliki roda depan lebih kecil dari roda belakang.

1900-1950

Awal abad 20, 1900–1910, popularitas sepeda tersaingi oleh kehadiran teknologi baru bernama mobil. Tahun 1920 & selanjutnya sepeda mulai dianggap sebagai mainan anak2 ketimbang sebuah alat transportasi. Namun diera inilah munculnya sepeda jenis Cruiser. Jenis yang terkenal untuk ketahanan & juga beratnya ini diperkenalkan oleh Schwinn pada tahun 1933, serta menjadi populer pada 1940-1950. Bentuk Cruiser menyerupai sepeda motor pd masa itu, hanya saja tanpa motor.

1960-1973: BMX, Lowrider, Race/Road Bike

Sepeda kembali diminati sbg alat rekreasi & juga alat olahraga,di samping fungsi transportasi. Di era inilah sepeda jenis BMX (Bicycle MotorCross) hadir dimuka bumi California, AS. Dan diawal tahun 1960 jg menjadi awal pengembangan sepeda jenis Lowrider yg dpt dibedakan dari bentuk sadel yang umumnya panjang & sedikit meliuk, stang yg tinggi & panjang, rangka chrom yang curvy, serta berbagai macam aksesoris lainnya.

1977: Mountain bike

Prototipe pertama sepeda gunung dikembangkan oleh marin co. Di San Fransisco, AS. Produksi massal sepeda gunung diawali pada tahun 1981.

1977: Fixie Bike (Fixed gear)

Pada prinsip sepeda fixie adalah sepeda dengan “gear mati” alias fixed gear atau tidal free wheel. Base sepeda ini menggunakan rangka sepeda balap (road bike) dan simple, tanpa gear shift bahkan handle brake (rem). Sepeda fixie adalah sepeda yang digunakan kaum pengantar pos/koran/majalah, yang biasa dikenal dengan kurir di wilayah amerika, persisnya di New York.

Mereka mengalami masalah lead time pada saat mendeliver paket mereka karena kondisi kota New York yang begitu padat. Makanya mereka memilih sepeda sebagai alternatif, dan hasilnya memuaskan dengan lead time delivery berkurang dan pengiriman yang jauh lebih cepat. Fixie bike, yang menggunakan fixed gear, akan membuat ayunan pedal terus berputar seiring dengan perputaran roda belakang, sehingga untuk melakukan pengereman, maka si pengendara harus mengurangi putaran pedal dengan cara gaya melawan arah putaran pedal atau biasa disebut dengan sistem “door trape”. Hal ini sangat berbahaya untuk orang yang tidak terbiasa, karena pada saat melewati jalan menurun, maupun berbelok, pedal akan terus berputar dan laju sepeda akan terus melaju dengan kencang. Biasanya perbandingan gigi (gear ratio) depan dan belakang juga besar.

Kategori:Info Tag:, ,
  1. 20/03/2013 pukul 10:15 pm

    Precisely how much time did it take you to create
    Sliding Glass Door Window Treatments “Sejarah Sepeda dari Sketsa Hingga Fixie | Hanya berbagi.

    ..”? It seems to have quite a bit of wonderful tips.
    Thx ,Ignacio

  2. 04/04/2013 pukul 5:46 pm

    Woah! I’m really enjoying the template/theme of this site. It’s simple, yet effective.

    A lot of times it’s very difficult to get that “perfect balance” between usability and visual appeal. I must say that you’ve done a very
    good job with this. Additionally, the blog loads super quick for me on Internet explorer.
    Outstanding Blog!

  3. 10/05/2013 pukul 10:58 am

    Hi there mates, good post and nice arguments commented here, I am really enjoying by these.

  4. 31/07/2014 pukul 9:48 am

    Of course, if you want to build teamwork, you will definitely want to practice together.
    So strap on all your paintball load and gear up those paintball guns!

    If” scenarios, and more, work on defensive and offensive strategies, code words, “what-.
    Gain knowledge from the opposition along with your personal
    teammates. Carefully observe other paintball participants to develop new and profitable techniques for
    future games. Does the opposite staff chat a lot more than your group does?
    Will they appear more prepared? Watching how your opponents work together might help enhance your
    team’s efficiency. Take a look at your opponents paintball gear and see if your team is lacking in that area.
    This will significantly impact your gameplay

  5. 16/08/2014 pukul 1:38 am

    Very good post. I definitely appreciate this site. Continue
    the good work!

  6. 21/09/2014 pukul 7:14 pm

    whoah this blog is great i really like reading your
    articles. Stay up the good work! You recognize,
    a lot of people are hunting around for this info, you can aid
    them greatly.

  7. 29/09/2014 pukul 6:47 am

    May I simply just say what a comfort to discover an individual who really understands what
    they’re talking about on the net. You actually know how to bring a problem to
    light and make it important. More and more people really need to read this and understand this side of the story.
    I can’t believe you aren’t more popular given that you most certainly possess the gift.

  8. 01/10/2014 pukul 4:29 am

    What a information of un-ambiguity and preserveness of valuable experience regarding unexpected feelings.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: