Arsip

Archive for the ‘Psikologi Pendidikan’ Category

Laporan Hasil Kerja Proyek; tugas kelompok

Hasil Tugas Proyek
Kelompok G

Terimakasih..

Iklan

Perkembangan Pendidikan Anak Usia Dini di Indonesia dan Mancanegara;tugas kelompok 3

Dalam tahap perkembangan, anak umur 0-6 tahun merupakan usia emas dimana pada masa ini proses perkembangan anak harus mendapatkan perhatian yang maksimal. Pada usia emas ini, jika anak mendapat perhatian yang maksimal, akan mampu mewujudkan kesejahteraan di masa yang akan datang. Pada usia ini anak juga akan menjadi optimal dalam menyerap ilmu pengetahuan pada jenjang pendidikan berikutnya. Baca selanjutnya…

Hasil Diskusi Online Kelompok;kuliah online 2

1. Hubungan Psikologi Pendidikan Dengan Media Pembelajaran

Mengapa Guru Perlu Mengetahui dan Menggunakan Media Dalam Pembelajaran? Dan Berikan Contoh!

Untuk memenuhi peran guru yang sebenarnya dalam pembelajaran, yaitu sebagai perencana pengajaran, penyampai informasi, dan penilai, maka guru perlu mengetahui dan menggunakan media pembelajaran dalam setiap proses pembelajaran. Media dalam pembelajaran seperti AVA (Audio Visual Aids) mutlak diperlukan dalam pendidikan dikarenakan penggunaan AVA dapat memperluas saluran serta memperpendek jarak antara siswa danĀ guru sehingga materi yang disampaikan akan lebih tersampaikan secara efektif. Lain halnya jika guru hanya berbicara panjang lebar kepada siswa tanpa adanya media, tentu akan terasa membosankan dan kurang efektif. Baca selanjutnya…

Tugas Proyek (Proposal)

Proposal Proyek

e-Learning dan Pendidikan ;tugas2

Tak terbendung lagi”. Mungkin itu adalah kata-kata yang cocok untuk menggambarkan bagaimana perkembangan teknologi pada saat ini. Teknologi pada saat ini sudah menjadi sesuatu yang begitu penting bagi setiap orang, buktinya hampir setiap pekerjaan yang kita lakukan sebagian besar berhubungan dengan teknologi (termasuk memposting tulisan ini šŸ˜€ ). Yang perlu kita lakukan sekarang adalah, beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang katanya begitu pesat itu. Mengapa begitu?. Karena kalau tidak, kita sendiri nanti yang mengalami kesulitan. Faktanya pada saat ini, semua peralatan maupun teknologi yang sifatnya konvensional ataupun tidak efisien pada saat ini seperti mesin tik, telepon analog, dan sebagainya akan tergantikan dengan teknologi digital seperti komputer. Karena semua fungsi dari peralatan yang sifatnya konvensional telah terintegrasi kedalam komputer. Jadi, kesemuanya itu telah digantikan oleh satu teknologi saja.

Fenomena inilah yang disebut ubiquitous computing. Ubiquitous computing adalah suatu fenomena yang menekankan pada distribusi komputer ke lingkungan ketimbang personal, sehingga memungkinkan manusia untuk berinteraksi dengan komputer dimana saja, dan kapan saja. Lambat laun juga komputer desktop yang biasa kita gunakan akan tergantikan oleh teknologi yang sifatnya mobile atau portable, sehingga memungkinkan berjuta-juta orang didunia bisa terkoneksi kedalam satu server.Ā  Bisa kita bayangkan dimasa depan bagaimana jika setiap orang menggunakan semacam teknologi komunikasi portabel yang dipasangkan di telinga untuk bisa berkomunikasi dengan temannya di tempat lain seperti yang biasa kita tonton di film fiksi ilmiah.

E-learning

Sebelumya perlu kita ketahui apa sebenarnya e-learning itu. E-learning atau electronic learning adalah suatu konsep pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang menggunakan teknologi komputer, sistem komputer dan internet. Dengan adanya konsep e-learning ini memungkinkan pelajar untuk dapat mengikuti materi pelajaran tanpa perlu secara fisik untuk hadir dikelas. Jadi, walaupun kita dan instruktur terpaut oleh jarak, kita dapat berkomunikasi dengan instruktur tersebut secara online dan mengikuti pembelajaran.

Penerapan E-learning Dalam Pendidikan

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi (TI) yang semakin pesat, kebutuhan suatu konsep dan mekanisme belajar-mengajar berbasis TI menjadi tidak terelakkan lagi.Ā  Konsep yang kemudian dikenal dengan nama e-learning itu membawa pengaruh dengan bertransformasinya sistem dan isi pendidikan yang tadinya konvensional menjadi digital. Adanya keterbatasan pada sistem pendidikan yang konvensional terutama pada dimensi ruang dan waktu membuat e-learning menjadi solusinya Pada saat ini konsep e-learning sudah banyak diterapkan, baik pada institusi maupun organisasi.

E-learning merupakan salah satu cara untuk bisa meningkatkan mutu pendidikan. Dengan konsep ini para siswa didik akan dihadapkan dengan teknologi yang berguna untuk membiasakan mereka dalam menggunakan teknologi. Penggunaan teknologi bisa membantu mereka dalam berpikir konstruktif dimana dengan tersedianya sarana pendidikan seperti internet dan website yang berisikan content pendidikan akan membuat siswa didik belajar lebih mandiri untuk bisa belajar menemukan apa yang ingin mereka pelajari. Karena dengan begitu siswa didik akan lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan juga akan lebih memahami makna pelajaran yang mereka terima ketimbang harus duduk diam diatas kursi mendengarkan guru ceramah panjang lebar.

Jika kita perhatikan penerapan e-learning terhadap pendidikan terutama di negara-negara lain seperti Malaysia, China, Inggris, Jepang dan sebagainya, penerapannya sudah sangat begitu bagus dan terealisasi dengan begitu baik. Hal ini dikarenakan dukungan yang kuat serta perhatian pemerintahnya yang mengutamakan pendidikan. Selain itu mereka juga didukung dengan sarana yang sangat memadai seperti bandwidth internet yang besar. Yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimanakah dengan Indonesia?.

Depdiknas sudah banyak mencanangkan inovasi pendidikan yang menggunakan e-learning sebagai konsepnya, seperti situs web bse.depdiknas.go.id dan e-dukasi.net. Gunanya agar memudahkan para siswa dalam belajar dan juga untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun, program tersebut tidak didukung dengan penyediaan teknologi yang memadai. Banyak kita lihat sekolah yang tidak memakai komputer dikarenakan mereka tidak mampu membelinya. Ada juga bandwidth yang disediakan oleh penyedia jasa provider internet yang kurang memadai dan lamban, akibatnya program pemerintah tersebut tidak berjalan dengan baik, sehingga program e-learning pun tidak berjalan dengan maksimal. Walaupun begitu, kita harus tetap mendukung program pemerintah ini, karena pada dasarnya program ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar tidak terlalu jauh tertinggal dengan negara lain.

Daftar Pustaka:

Santrock, John W. (2004). Educational Psychology, 2nd Edition. New York: McGraw-Hill Company, Inc.

Munir. (2008). Kurikulum Berbasis Teknologi dan Informasi. Bandung: Alfabeta

Ilmukomputer.com

Ditulis pada: 23 Februari 2010 | pukul 20.30

Peran Teknologi Didalam Pendidikan ;tugas1

“Wah, lengkap juga materinya. Nggak perlu belajar dari buku lagi ?”.

“Enak juga ya, kalau soal UN bisa didownload, nggak perlu capek-capek beli buku kumpulan soal UN”.

“Buku pelajaran nggak perlu dibeli, tinggal download aja diĀ  bse.depdiknas.go.id

Kata-kata diatas adalah beberapa dari sekian banyak komentar yang diucapkan teman-teman saya mengenai kemudahan yang ditawarkan oleh berbagai website pendidikan di internet. Berbagai mata pelajaran disekolah dapat dengan begitu mudah diakses dan didownload, hanya dengan beberapa klik saja. Dengan berbagai kemudahan seperti ini, sudah seharusnya prestasi belajar siswa didik meningkat dari masa yang sebelum adanya berbagai fasilitas teknologi seperti saat ini. Apakah benar seperti itu kenyataannya saat ini? Baca selanjutnya…

Tugas Diskusi Kelompok

Diskusi Kelompok Psi. Pendidikan

Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 3 sks tahun ajaran 2009/2010, harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya.

Menurut kelompok kami, suatu kemajuan besar yang dapat dicapai dari kewajiban yang secara tersurat diberikan kepada para mahasiswa pada tahun ajaran 2009/2010. Karena apa? Di dalam kewajiban tersebut terletak unsur yang lebih maju dan nilai pendidikan yang lebih tinggi. Karena, selain meningkatkan pengetahuan di bidang psikologi pendidikan, di lain pihak, kita juga meningkatkan pengetahuan di bidangĀ ICT (Information, Comunication and Technology).
Selain itu, secara garis besar, para mahasiswa belajar untuk lebih menghargai alam, karena sudah pasti dengan adanya kewajiban ini, pengurangan penumpukan kertas akan lebih menurun. Bukankah hal ini bisa dijadikan sebagai pembekalan awal untuk meraih prestasi yang lebih besar? Baca selanjutnya…